Studi kasus

Chat WhatsApp pembeli dibales sekitar 90 detik, siang atau malam

Bisnisnya

Euro itu usaha grosir keluarga saya di Jakarta. Jualan baju dan sendal anak ke reseller, kebanyakan lewat WhatsApp.

Masalahnya

Iklan bikin chat masuk lebih banyak dari yang sanggup dibales tim. Kebanyakan cuma minta katalog atau nanya harga, dan yang udah siap order ikut ngantri di situ juga. Chat yang masuk pas toko udah tutup baru dibales besok pagi.

Yang kita bikin

AI agent yang bales chat baru di nomor-nomor WhatsApp Euro. Dia kirim katalog dan foto yang diminta, nggak pernah nebak harga, dan yang siap beli langsung dioper ke tim, lengkap dengan ringkasan singkat chatnya. Supplier dan yang bukan pembeli nggak dikirimin katalog.

Hasilnya
12.011chat sejak mulai jalan, 8.868 di antaranya dibales AI
91 detikmedian balasan pertama. 9 dari 10 chat dibales dalam 136 detik, udah termasuk jeda 45 detik yang sengaja dipasang biar pembeli selesai ngetik dulu
2.818pembeli dioper ke tim, udah dipisahin dari chat lainnya
1 dari 5balasan dikirim pas nggak ada tim yang jaga
±1 sendolar AS per balasan buat biaya jalanin AI-nya. Sekitar 17 sen dolar AS per pembeli yang dioper ke tim
8 Juli sampai 9 Oktober 2026.
Buat kamu

Tim kamu tinggal ngurus yang siap beli, chat lainnya kebanyakan udah dibales dalam satu setengah menit.

Ceritain bisnis kamu.